Memilih paket umroh

Paket yang saya pilih adalah paket 13 hari. Ada 1 hari tour Malaysia, lalu dari Malaysia ke Medinah, dari Medinah ke Mekah naik bis (6 jam), dan selepas umroh di Mekah kami menuju Jeddah (1 jam naik bis). Pulang dari bandara King Abdul Azis Jeddah menuju Kuala Lumpur. Lanjut ke Semarang.

Pertamanya rada sedih pas tau kalau pesawatnya AirAsia. 9 jam perjalanan (dari Kuala Lumpur ke Medinah; Jeddah-Kuala Lumpur, masing-masing 9 jam) pake LCC (Low Cost Carrier)...wadow...
Tapi alhamdulillah nyaman2 aja, meski kaki emang rada pegal sih.hehe...

Rupanya saya sangat beruntung karena duduk di bagian belakang. Lorongnya lumayan luas karena konfigurasi kursi di bagian ini 2-3-2. Yang depan-depan konfigurasinya 3-3-3.

Konfigurasi 3-3-3
Konfigurasi 2-3-2
Mulai no kursi 43 konfigurasi nya begitu
Lihat lorongnya: lapaang

Berkah selanjutnya adalah karena saya dapat tempat duduk di baris tengah. Kata kawan2 yang duduk pinggir, dekat jendela, sepanjang perjalanan hujan deras. Jadi mereka gak bisa tidur dengar gemeletuk hujan.

Kompensasi atas pesawat LCC adalah kami mendapatkan hotel bintang 4&5. Jadi kalau pakainya pesawat saudi atau garuda (full board), dengan harga yg sama maka kami dapatnya hotel bintang 3.

Dan pilihan "mengalahkan" pesawat "mengedepankan" hotel adalah pilihan yang sangat tepat!

Hotel bintang 4 atau 5 itu artinya jarak dari masjid ke hotel sangat dekat. Subhanallah, kami bisa bolak-balik dengan mudah dan nyaman.

Dari teras hotel Medinah
Lamgsung tampak gerbang 26 masjid Nabawi
Hotel Al Massa Mekah
Cuma 10 meter dari pelataran Masjidil Haram
Foto dari lantai 9 hotel Al Massa Mekah
Itu yang banyak orang itu teras/pelataran masjid nya.

Waktunya makan tinggal balik hotel. Pas kepingin selonjoran ya tinggal balik hotel. Enak dah.
Kalau hotelnya jauh (bintang 3)...waduuh..mau balik hotel malas.

Harga paket yang saya ikuti ini 25juta. Saya sebutkan rupiahnya agar Anda ada gambaran berapa nominal yang harus disiapkan untuk umroh dengan fasilitas seperti yang saya rasakan.

Termasuk 'murah' karena dari travel lain (saya tanya pas ketemu di tempat makan atau di masjid), rata2 26-27juta. Dan harga 25 juta ini dah bersih lho, gak ada biaya tambahan untuk handling, fee, dan biaya printilan lain. Kalau biaya bikin paspor, surat meningitis dan surat mahrom ya emang dimana-mana biaya sendiri...diluar harga paket lah.

Ingat, ini saya paketnya yang 13 hari, bukan 9 hari seperti standart umroh.

Saya coba rinci ya, 25 juta itu dapatnya:
-tiket pesawat Air Asia Semarang-Kuala Lumpur PP termasuk bagasi 25kg.
-tiket pesawat Air Asia Kuala-Lumpur-Medinah, Jeddah-Kuala Lumpur (termasuk 2x makan di pesawat dan bagasi 25kg---diluar air zamzam)
-biaya handling di Malaysia dan Saudi.
-fee sopir&guide
-peralatan, seperti: koper besar, tas kecil, slayer, mukena/kain ihrom, ID Card.
-visa umroh.
-hotel budget, wisata, dan makan 3x sehari di Kuala Lumpur.
-hotel bintang 4 (80meter), city tour, dan makan 3x sehari di Medinah.
-hotel bintang 5 (50meter), city tour, dan makan 3x sehari di Mekah.
-3x ambil miqot umroh
-air zam-zam 5 liter

Biaya sendiri/diluar paket:
-paspor 355ribu rupiah
-suntik meningitis 300ribu rupiah (+25ribu rupiah jika Anda wanita usia subur)
-surat mahrom (sekitar 300ribu rupiah)

Jadi, kalau ada tawaran umroh, cek dulu apa saja fasilitasnya: apa pesawatnya, dari mana berangkatnya, apa nama hotelnya, berapa jauh jaraknya, berapa hari paketnya, biaya sudah all in atau ada biaya tambahan, dll. Dari situ kita bisa melihat apakah harga yang ditawarkan masuk kategori murah, standart, atau mahal.

Jika diijinkan umroh lagi, saya pinginnya paket seperti ini atau yg lebih baik.

Dengan fasilitas seperti itu, ibadah jadi lebih fokus. Capek lho ritual umroh itu. Jarak dari pelataran ke kabah lumayan jauh. Terasa sekali terutama untuk yang punya penyakit kaki. Belum lagi model masjidnya yang bertingkat-tingkat. Saya ini beberapakali mutar2 cari pintu keluar.

Pintu King Abdul Azis
Satu dari sekian pintu masuk di Masjidil Haram
Untuk cek posisi hotel bisa pakai google map. Tanya nama hotelnya ke biro travel (atau biasanya sudah tercantum di brosur) lalu search aja. Dari situ kita tau seberapa dekat atau seberapa jauh hotel kita.

Hotel saya di Medinah
Hotel di Mekkah

Oiya, kalau anda mengumrohkan ortu yang sudah tua, jangan cuma titip sama travel. Titiplah ke ketua rombongan dan anggota rombongan umroh. Penting ini. Selain agar ada yg bantu ortu anda, juga biar ada yang ingat untuk motoin. Sayang kalo gak ada dokumentasi pribadi.

Last but not least: umrohlah selagi fisik masih kuat.
Tanah haram adalah tempat mustajab untuk berdoa.
Kalo cuma ganti biaya umroh 25juta buat Allah mah keciiiil.

Berdoa terus. Mintalah diundang kemari.


لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ

إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ

Labbaikallahumma Labbaik
Labbaika Laa Syarikalaka Labbaik
Innalhamda Wan Ni’mata
Laka Wal Mulk
Laa Syarikalak

Baca juga: persiapan umroh

Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar.
Saya upayakan menjawab 🙏

8 komentar:

  1. Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Mba lokasi dimana? Travel yg saya ikuti base nya di Semarang dan Pontianak.

      Hapus
  2. Jadi kangen pengen kesana lagi, semoga tabungan kami segera terkumpul. Kalo waktu haji dulu, kami dapat hotel yang agak jauh dari Nabawi. Tapi malah jadi manfaat karena ajang latihan untuk thawaf dan sa'i. Nggak terasa, tahu2 udah selesai tawaf, hihii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah sudah haji ya mbak. Saya belum nih..

      Hapus
    2. Alhamdulillah sudah haji ya mbak. Saya belum nih..

      Hapus
  3. Waah makasih infonya mba, aku juga pengen banget umroh, lagi nabung dikit2 nih. Moga disegerakan.

    BalasHapus